This is the last episode for season One of FAKER
"Il n'y a qu'un bonheur dans la vie, c'est d'aimer et d'être aimé... Anyone?" Cik Simone bertanya kepada pelajar kelas Bahasa Perancisnya.
Melihat tiada semua berdiamkan diri, Kasia dengan selamba menjawab, "There is only one happiness in life, to love and be loved."
"Kasia lagi... Tak ada orang lain boleh jawab? Dah dua minggu saya ajar," Cik Simone membebel dalam Bahasa Melayu dengan fasih walaupun dia berasal dari Perancis.
"On n'aime que ce qu'on ne possède pas tout entier?" Cik Simone bertanya lagi.
Sama seperti sebelumnya selama dua minggu, hanya Kasia saja yang boleh memahaminya.
"We love only what we do not wholly possess," bisik Kasia dalam hatinya.
Cik Simone bengang dan memutuskan untuk menghabiskan kelasnya setengah jam lebih awal. Ketika semua pelajar bergegas keluar, Cik Simone mendekati Kasia.
"Macam mana awak boleh fasih dalam Bahasa Perancis?" Cik Simone bertanya.
"Cause I like French designers. Sama macam apa yang saya pakai sekarang," Kasia menunjukkan skaf vintage YSL, Nina Ricci Lace-trimmed radzmir dress-nya dan stiletto Christian Lacroix kepada Cik Simone.
Kasia meninggalkan kelas Cik Simone yang masih tertanya-tanya. Kasia mengenang kembali her French story...
Baca selanjutnya...